Home About Portfolio Journal Contact
Home About Portfolio Journal Contact aaaaaaa
UI/UX Case study aplikasi Visitory
Ya'suf Dany Thu, 18 Jul 2019

Hai sobat coding,

Sebelumnya teman - teman yang sudah menyimak journal saya tentang Memenangkan challenge aplikasi Guest Book di Dicoding pasti sudah tau tentang aplikasi Visitory, kalau belum tau bisa kesini dulu buat baca - baca atau mencoba aplikasinya.

Di sini saya akan menjelaskan sedikit tentang aplikasi visitory. Visitory adalah aplikasi digital guest book yang berfungsi untuk mencatat data - data tamu yang datang, yang nantinya data tersebut bisa di export ke file excel untuk kebutuhan laporan.

 

Case 1 : Role

Visitory punya 2 role user yaitu Guest dan Event Organizer. Guest adalah role user untuk tamu dan Event Organizer adalah role user untuk penyelenggara acara. kenapa role nya dipisah? karena dengan memisah role akan membuat desain lebih intuitif dan memiliki kesan ekskulifitas pada pengguna, dari segi development pun akan lebih mudah pengelolaannya. Bahkan di kebanyakan aplikasi startup besar seperti Gojek atau Grab aplikasi untuk mitra driver terpisah dari aplikasi utama, memang lebih banya code yang ditulis. but for the sake of intuitively and accessibility User Intreface and Experience, boleh lah nyusahin programmer kita dikit hehe.

 

Case 2 : One Tap Login

Di dalam prinsip UI/UX less is really more, less is really more ini mengacu pada minimalnya step yang dituju untuk mengarah ke fitur yang diinginkan. Di aplikasi Visitory prinsip ini digunakan pada metode login, yaitu pengguna bisa langsung masuk menggunakan Akun Google yang terdaftar di Visitory tanpa memasukan password. Didukung dengan fitur SmartLock Android yang kini bisa menyimpan password bahkan di dalam aplikasi (Mulai dari android Oreo keatas).

 

Case 3 : Thumb Zone

Smartphone dengan layar yang lebih lebar selalu menarik audience lebih banyak, mempengaruhi cara Desainer mendesain User Interface Aplikasinya.  Hal ini memunculkan masalah aksesibilitas bagi jempol kita, sepele? well coba lihat Thumb Zone heat map yang dibuat oleh Scott Hurff di bawah ini

 

 

Ini adalah Thumb Zone display screen Iphone sejak tahun 2007, Sejak Iphone 6s display layar Iphone terus berkembang dan mungkin akan berlanjut. kok pakai Iphone sebagai acuan, kan kita lagi bahas Android? weits tunggu dulu saya sebagai fanboy Android pun mengakui Iphone adalah tren setter yang membuat produsen ponsel Android (Produsen ponsel ya bukan Google) banyak mengadopsi fitur dan tampilan Iphone. Mau contoh? Mi Cloud, Poni, Gesture Navigation.

Oke cukup, kembali ke topik. Yang menjadi masalah bagi user adalah aksesibilitas meraka dalam mengakses Navigation Bar, karena display screen yang makin panjang membuat Navigation Bar menjauh dari wilayah natural navigasi jempol kita. Di Android sendiri kita punya library material design yaitu Bottom Navigation Bar,  Bottom Sheet, Dan Floating Action Button yang mendukung Thumb Zone ini.

Nah di aplikasi Visitory ini saya menggunakan Bottom Sheet untuk tampilan utama di aplikasi, selain untuk estetika juga untuk dukungan Thumb Zone. mungkin ini juga alasannya banyak aplikasi google yang sekarang memakai Bottom Sheet, contohnya di Google Maps dan Google Asistance.

 

Referensi : https://medium.com/beautiful-code-smart-design-by-10clouds/ux-trends-for-2019-displays-grow-faster-than-our-thumbs-b9dcb2c3885f