Home About Portfolio Journal Contact
Home About Portfolio Journal Contact aaaaaaa
Playstore Account

My new officially playstore account, you can find it here https://play.google.com/store/apps/developer?id=Studio+Cloud

Read more
Selamat datang di website saya

Halo sobat coding,

Selamat datang di website saya, keliatan beda banget kan. ya, seperti yang kalian lihat saya mendesain ulang website saya, saya merombak ulang logo dan keseluruhan warna ke dua warna yang saya sukai yaitu hitam dan kuning. saya ingin lebih fokus ke warna yang saya sukai dan niche saya sebagai desaigner UI/UX dan mobile developer, supaya lebih fokus aja hehe.

Tujuan dari pake warna yang saya sukai bukan bertujuan untuk filosofis atau apa, cuma males aja kalo berubah berubah, biar kuning sama hitam jadi signature dan personal branding saya hehe.

Read more
UI/UX Case study aplikasi Visitory

Hai sobat coding,

Sebelumnya teman - teman yang sudah menyimak journal saya tentang Memenangkan challenge aplikasi Guest Book di Dicoding pasti sudah tau tentang aplikasi Visitory, kalau belum tau bisa kesini dulu buat baca - baca atau mencoba aplikasinya.

Di sini saya akan menjelaskan sedikit tentang aplikasi visitory. Visitory adalah aplikasi digital guest book yang berfungsi untuk mencatat data - data tamu yang datang, yang nantinya data tersebut bisa di export ke file excel untuk kebutuhan laporan.

 

Case 1 : Role

Visitory punya 2 role user yaitu Guest dan Event Organizer. Guest adalah role user untuk tamu dan Event Organizer adalah role user untuk penyelenggara acara. kenapa role nya dipisah? karena dengan memisah role akan membuat desain lebih intuitif dan memiliki kesan ekskulifitas pada pengguna, dari segi development pun akan lebih mudah pengelolaannya. Bahkan di kebanyakan aplikasi startup besar seperti Gojek atau Grab aplikasi untuk mitra driver terpisah dari aplikasi utama, memang lebih banya code yang ditulis. but for the sake of intuitively and accessibility User Intreface and Experience, boleh lah nyusahin programmer kita dikit hehe.

 

Case 2 : One Tap Login

Di dalam prinsip UI/UX less is really more, less is really more ini mengacu pada minimalnya step yang dituju untuk mengarah ke fitur yang diinginkan. Di aplikasi Visitory prinsip ini digunakan pada metode login, yaitu pengguna bisa langsung masuk menggunakan Akun Google yang terdaftar di Visitory tanpa memasukan password. Didukung dengan fitur SmartLock Android yang kini bisa menyimpan password bahkan di dalam aplikasi (Mulai dari android Oreo keatas).

 

Case 3 : Thumb Zone

Smartphone dengan layar yang lebih lebar selalu menarik audience lebih banyak, mempengaruhi cara Desainer mendesain User Interface Aplikasinya.  Hal ini memunculkan masalah aksesibilitas bagi jempol kita, sepele? well coba lihat Thumb Zone heat map yang dibuat oleh Scott Hurff di bawah ini

 

 

Ini adalah Thumb Zone display screen Iphone sejak tahun 2007, Sejak Iphone 6s display layar Iphone terus berkembang dan mungkin akan berlanjut. kok pakai Iphone sebagai acuan, kan kita lagi bahas Android? weits tunggu dulu saya sebagai fanboy Android pun mengakui Iphone adalah tren setter yang membuat produsen ponsel Android (Produsen ponsel ya bukan Google) banyak mengadopsi fitur dan tampilan Iphone. Mau contoh? Mi Cloud, Poni, Gesture Navigation.

Oke cukup, kembali ke topik. Yang menjadi masalah bagi user adalah aksesibilitas meraka dalam mengakses Navigation Bar, karena display screen yang makin panjang membuat Navigation Bar menjauh dari wilayah natural navigasi jempol kita. Di Android sendiri kita punya library material design yaitu Bottom Navigation Bar,  Bottom Sheet, Dan Floating Action Button yang mendukung Thumb Zone ini.

Nah di aplikasi Visitory ini saya menggunakan Bottom Sheet untuk tampilan utama di aplikasi, selain untuk estetika juga untuk dukungan Thumb Zone. mungkin ini juga alasannya banyak aplikasi google yang sekarang memakai Bottom Sheet, contohnya di Google Maps dan Google Asistance.

 

Referensi : https://medium.com/beautiful-code-smart-design-by-10clouds/ux-trends-for-2019-displays-grow-faster-than-our-thumbs-b9dcb2c3885f

Read more
Android Jetpack Pro Certficate from Dicoding

Android Jetpack terinspirasi oleh Support Library, seperangkat komponen untuk memudahkan pemanfaatan fitur Android terbaru sembari tetap menjaga kompatibilitas mundur. Android Jetpack saat ini digunakan oleh 99% aplikasi di Play Store. Berdasarkan kesuksesan tersebut, Google memperkenalkan Architecture Components, yang dirancang untuk memudahkan penanganan data dalam menghadapi perubahan dan detail siklus hidup aplikasi. Sejak Google memperkenalkan komponen tersebut di I/O pada tahun 2018, banyak sekali dari perusahaan IT yang telah mengadopsinya. Perusahaan seperti LinkedInZillow dan iHeartRadio menjumpai lebih sedikit bug, kemampuan uji yang lebih tinggi dan lebih banyak waktu untuk berfokus pada apa yang membuat aplikasi mereka unik.

Read more
Memenangkan challenge aplikasi Guest Book di Dicoding

Visitory adalah aplikasi digital guestbook yang saya buat untuk challenge di dicoding, saya menerapkan desain yang intuitif dan banyak mengimplementasikan BottomSheet view yang sekarang lagi hype banget di desain UI/UX sekarang

Aplikasi ini hanya memakai firebase untuk backendnya, karena fitur - fiturnya masih simple. Aplikasi bisa di download disini

Read more
Android Developer Expert Certificate from Dicoding Indonesia in Google Developer Kejar 2019

Google Developer Kejar adalah inisiatif yang dihadirkan oleh Google untuk mencetak developer developer android di Indonesia dan Dicoding terpilih sebagai training partner dalam program Google Developers Kejar 2019. Program ini bertujuan untuk mengasah kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi Mobile Android Native dengan menggunakan standar Google dan Industri IT global.

Read more
Pengerjaan Aplikasi Majelis

Majelis adalah aplikasi berbasis android yang dikembangkan 5waktu studio dengan tujuan untuk memudahkan umat islam menemukan kajian ustadz di seluruh Indonesia InsyaAllah.

Pengembangan aplikasi ini sempat mandek 1 tahun dikarenakan saya sendiri sebagai developer sedang sibuk bekerja di salah satu software house di Surabaya, sebelumnya aplikasi majelis saya kembangkan bersama teman saya yang bisa pemrograman web karena waktu itu skill web saya masih belum mempuni untuk membuat sistem yang lumayan kompleks.

namun setelah satu tahun bekerja di software house tersebut sebagai Android developer dan recently saya diangkat sebagai Kepala divisi mobile developer saya jadi ingin mempelajari pemrograman web lagi, kebetulan di kantor saya kebanyakan aplikasi menggunakan framework laravel sebagai backend dan web adminnya, jadi saya bekerja sebagai android developer disambi belajar laravel disana.

Akhirnya setelah dirasa saya sudah mampu membuat aplikasi web yang agak kompeks saya menghubungi kembali mas Irsyad selaku pencetus ide Majelis ini, saya ingin melanjutkan project majelis ini dikarenakan panggilan hati dan juga panggilan dompet, karena tidak lama setelah saya itu saya resign dari kantor dan ingin lebih fokus ke kuliah S1 Akuntansi saya.

Aplikasi Majelis menggunakan framework laravel sebagai backend, REST-API, dan webadmin. sedangkan untuk Androidnya saya memakai Java Native, ya saya mengerjakannya secara fullstack.

Tidak ada kesulitan yang saya rasakan dari proses development mulai design UI/UX, slicing, logic dll tidak ada kendala. Namun ketika deploying saya nggak ada kepikiran sama sekali kalo aplikasi ini akan memakai vps sebagai server, saya biasa deploy aplikasi laravel ke hosting, namun setelah saya pelajari ternyata deploying ke server vps jauh lebih mudah daripada ke shared hosting karena vps sendiri juga merupakan komputer dan kebetulan memakai OS Ubuntu, OS yang biasa saya pakai sehari - hari untuk development.

Saya pakai GIT untuk deploying jadi ketika ada perubahan di backend atau frontend web tinggal push update script ke repository dan pull updatean di servernya, Jadi tidak perlu memakai ftp untuk mengedit scriptnya.

 

ss1   ss1  ss1

Info lebih lanjut bisa mengakses official website majelis di http://majelis.co.id/

Read more
Rosok.in

Rosok.in, adalah aplikasi on-deman untuk memanggil pengepul rosok terdekat supaya bisa membeli barang rongsokan kamu

Rosok.in saya ikut sertakan khusus dalam challenge di dicoding dengan membawa misi mendorong masyarakat untuk mengelola sampah dengan cara mempermudah mereka dalam menguangkan barang rongsokan mereka

ow iya di challenge ini aplikasi pemenang akan diumumkan di acara BEKRAF Developer day Purwokerto, Im soo exited about that!. doakan saya ya teman - teman :)

Read more
First post after deploying my new portofolio web page

Hello guys, in case you don't know me

My name is Ya'suf dany, Im a fullstack programmer but my focus is on mobile development, I do fullstack when I work on a freelance project

 

so, yeah that it for now. thankyou for comming :)

Read more